Tag Archives: Election

The look like they wanted to kiss each other and Mr. Kalla said, “Oh, please not here, Sir…I love you, but it’s a public place & the cameras are watching…” Oh, get a room! :D

Hehehe…sorry, Mr. Kalla, Mr. Yudhoyono. But, I assure you that one of you will definitely get my vote! Which one? Hm… I’m still making up my mind, let’s just wait and see!

P.S. : The photo is not mine. I stole it from detikNews.com. Please click the picture to follow link! ;)

This is from overheardintheoffice.com:

Part time girl: Isn’t it illegal to work five days in a row?
Coworker: That’s what normal people do.
Part time girl: Oh…that sucks.

For those presidential candidates out there: make it illegal, I’ll vote for you!! Haha!!


Ini adalah puisi dari Juniarso Ridwan. Judulnya agak basi, sih…. Tapi relevan banget sama pemilu.

Menyongsong Visi 2004

Juniarso Ridwan

Mulai sekarang kita berlatih
Berpikir untuk tidak berpikir

Bicaralah di hadapan rakyat
Tentang sesuatu yang tidak perlu dibicarakan

Kita bisa saja berandai-andai
Bahwa Jakarta berada di Papua

Bila tercatat 60% penduduk miskin
Maka 80% penduduk ternyata buta-tuli

Pilihlah tanda gambar partai
Yang tidak terlihat mata

Kesadaran yang paling hakiki
Adalah memilih untuk tidak memilih

Buruk muka negara dibelah

(Akhir 2001)

Hasil akhir memang belum keluar, tapi hasil quick count sementara memenangkan pasangan ‘HaDe’: Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (baca di sini).

Apa pasangan Heryawan-Dede berhasil memenangkan pilkada paling sepi, ga rame, dan (hampir) ga ada yang peduli di Indonesia? Kalau sampai berhasil, berarti ada kemungkinan ga bisa kesel lagi sama mobil-mobil pelat-B yang tiap weekend bikin gue lebih betah di rumah daripada kena macet di seluruh pelosok Bandung. Soalnya, calon kuat gubernurnya masih jadi warga Jakarta.

2004, Pemilu. Di kartu pemilih, nama gue adalah Anastha Eka SUSMITI. Susmiti???? Jelek amat!!!! Sampe sekarang gue masih heran, kok bisa dari SUSANTI nama gue berubah jadi SUSMITI. Gue juga ga suka sih sama nama belakang gue, pengen banget gue ganti. Tapi, Susmiti kan jauuuuuh lebih jelek dari Susanti (maaf buat yang namanya Susmiti, tapi emang bener kok…).

2006, Pilkada Kabupaten Bandung. Gue dapet kartu pemilih yang datanya bener, ga perlu diprotes.

2008, Pilgub Jawa Barat. Hari pemilihan tanggal 13 April, gue baru dapet kartu tanggal 12 April sore. Nama gue bener, alamat bener, jenis kelamin…. LAKI-LAKI??????????? WHAT?????????? Oke, dada gue emang rata (”Kaya tutup gelas,” kata nyokap gue), tapi sampe detik ini gue kalo kencing harus jongkok, ga bisa kalo berdiri. Tanggal lahir gue juga ga lengkap, ga ada tahunnya. Di bagian bawah kartu, gue lihat ada tulisan kecil:

“Barang siapa meniru, menambah dan/atau membuat Kartu Pemilih dengan data yang tidak benar serta menggunakan Kartu Pemilih orang lain tanpa sepengetahuan pemilik diancam hukuman sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

Oh, yeah, talk to my ass…………..

Buat Bapak=Bapak KPU, ini bikin kartunya SKS (Sistem Kebut Semalam), ya? Kalo mau SKS harusnya kasihin aja ke mahasiswa, Pak. Ga ada yang lebih jago dari kita-kita, mahasiswa, kalo masalah SKS. Payah nih, KPU. Korupsi aja jago, giliran bikin kartu ga pernah becus!