Posts Tagged ‘Culinary Delights

04
May
09

Yogurt for Lunch, People?

Seriously! What is it about this yogurt frenzy?

I went to Senayan City last weekend with my mom (yay! My Mom’s in the city!), so while being there, I thought I’d try this Sour Sally yogurt as well. Out of curiosity, of course… Well, okay! I wanted to try so I’d have something to say when people talk about it and not saying, “Ya ampun, lo belum nyoba?” or maybe the worst: being ‘kambing congek’ like this:

K: Lo suka ke Sour Sally yang di mana?
P: Yang di GI
eKa: (celingak celinguk)
K: Gw suka topping strawberry-nya, deh…
eKa: (telen ludah)
P: Lo suka yang ijo ga?
eKa: (joget-joget di belakang)
etc..etc…

At least that K friend of mine pronounces it with ‘Sour n Sally’. ‘Sour n Sally’??? You pretentious little bitch. I might haven’t tasted it but I sure know it’s called Sour Sally without ‘N’!

Back to last weekend. I went to its Senci store and found a long line like there was some kind of sembako charity or something. I mean, it’s about Rp 25.000 a cup! I might buy lunch as well! Well…there are real people buying it for lunch, anyway. But I’m not sure they really want it for lunch or they don’t have anymore option since they got robbed by that little fancy yogurt store. So, considering the irrational long line, I bought JCool yogurt instead. I cursed the fancy yogurt, but still bought it, even it was from a different brand, but the price’s not that far different…see the irony here? Apparently, I still care to know what’s happening in this pretentious city called Jakarta. In my defense, the yogurt tastes good; it’s like eating ice cream but not feeling ‘giung’ (Sundanese word for ‘too sweet’) and there are various kind of toppings.

Talking about JCool yogurt, I think they’re not being environment friendly by selling this product. Have you noticed the bowls? They’re made of solid plastic, I don’t have the heart to throw them away. Instead, I washed & reused them.

I put them into good use :)

I put them into good use :)

PS: the 2 pictures of Sour Sally & JCo is not mine!

24
Aug
08

Rumah Macaroni Salsa

Setelah baca posting Oping, saya tiba-tiba ngidam pengen makan pasta plus keju yang banyaaaak. Saya ga terlalu suka pasta, tapi saya suka apapun yang pake keju! Kentut pake keju juga suka… hehehehe… ga seekstrem itu sih.

Nah, kemarin, saya sama Mama pergi ke Papyrus, booking buat foto-foto pas wisuda nanti. Pulangnya, saya bilang ke Mama, pengen makan pasta or anything yang berkeju-keju. Dan Mama bilang, “Mama pernah lihat di Jalan Soka ada rumah macaroni. Katanya sih, enak. Mau nyoba?” Uh, uh… tentunya…. Dari jalan Riau, kami belok ke Jalan Soka, melewati SD saya dulu (jadi kangen masa SD…). Lurus terus sampai butik Carvieno Collection (oh, I love this boutique!!). Di depan Carvieno ada jalan kecil, Jalan Culan, masuk ke situ aja. Kemarin sih, saya agak muter sampe ke tempat les musik Tiga Negeri. Di Jalan Culan, ada toko kecil yang ada tulisannya Rumah Macaroni Salsa.

Masuk ke sana, ternyata toko ini ga jual macaroni aja, ada nasi tutug oncom dan masakan Indonesia juga. Karena kita ke sana buat macaroni-nya, lagian di deket rumah juga ada nasi tutug oncom yang enak, ga tertarik buat pesen yang lain. Specialty-nya adalah Macaroni Salsa, long macaroni dan daging cincang saus itali ditutup campuran cheese cream dan kentang, terus dipanggang. Ada tiga ukuran: kecil, sedang, besar. Mama pesan Macaroni Salsa ukuran kecil. Selain itu ada beberapa menu lagi: schotel, lasagna, setup panggang, potato pie, dan… MAC N CHEESE! Oh! I love this thing! Ada dua macam Mac n Cheese: yang biasa dan yang panggang. Saya pesan yang panggang.

Macaroni Salsa punya Mama datang duluan. Lapisan cream cheese dan kentangnya tebel banget, macaroni-nya ga keliatan. Akhirnya kita balik mangkoknya dan kita tumpahin isinya. Baru deh muncul macaroni-nya. Rasanya enak, tapi ga terlalu ‘ngeh’. Soalnya, Mama juga bisa dan sering buat. Kalo di rumah, macaroni kaya gini kita namain Schotel Spaghetti, karena saus dagingnya dibuat pakai spaghetti sauce (buat Mya, pasti inget schotel yang waktu itu kita makan pas buka puasa di rumah saya). Punya Mama lebih ‘eneg’, karena cheese cream-nya ga pake kentang dan kental banget. Di Salsa, rasanya agak manis dan cocok buat yang nggak terlalu suka keju dan susu karena kentangnya menetralisir rasa eneg

Mac n Cheese Panggang di Rumah Macaroni Salsa

Mac n Cheese Panggang di Rumah Macaroni Salsa

Nggak lama, Mac n Cheese saya datang. Masih panas. Saya sendok sedikit dan pas saya angkat… ah! Ada mozzarella cheese-nya! Pas saya makan… uh… cheesy banget! Mac n Cheese punya Salsa isinya macaroni dan smoked beef yang diiris tipis, lalu dicampur saus keju. Bedanya Mac n Cheese biasa sama yang panggang adalah yang panggang ditambah lagi melted mozarella cheese topping sedangkan yang biasa, nggak. Pas rasa kejunya. Cheesy tapi nggak eneg. Suka! Suka! Pengen makan ini terus selamanya! Hahahahahaha! Karena saya ga terlalu sering nemuin menu Mac n Cheese dan selalu makan Mac n Cheese instan, so far this is the best. Tapi, kalo ada yang nemu Mac N Cheese enak lagi, kasih tahu ya! Pasti saya cobain.

Kalau mau coba, siapin uang dari 17.500 – 40.000 untuk satu porsi. Di sini ga jual minuman macem-macem, so don’t expect coffee or anything. Selain yang kecil, kita juga bisa pesan ukuran (agak) besar dengan harga 75.000 sampai 175.000. Next menu yang pengen saya coba adalah mac n cheese biasa, schotel, dan lasagna. Walaupun specialty-nya Macaroni Salsa, saya lebih recommend Mac n Cheese-nya (karena Mama bisa buat Macaroni Salsa yang lebih enak, hehehehe…). Oya, sayangnya, satu porsi ukurannya kecil jadi harga 17.500 kerasa agak mahal. Untung rasanya, menurut saya, enak. Kalo penasaran, bener enak atau nggak, cobain aja langsung ke Rumah Macaroni Salsa di Jalan Culan (dekat butik Carvieno Collection), Bandung.




i tweet about nothing

i ramble heavily