Kancing Lepas

Pernah nggak, satu hari kamu lagi siap-siap berangkat kerja, lalu kamu pilih kemeja atau celana yang kamu pikir paling pas untuk dipakai hari itu, terus ternyata baju pilihan kamu itu nggak bisa dipakai karena… kancingnya lepas? Saya sering… hehehe…. Tololnya, begitu saya tahu baju itu nggak bisa dipakai, saya masukkan ke lemari, lalu minggu depannya saya terjebak di kesalahan yang sama: saya ambil baju yang sama dan ternyata masih nggak bisa dipakai karena kancingnya belum saya jahit. Berulang terus berbulan-bulan dan saya masih percaya sampai sekarang bahwa kancing lepas itu bisa nempel dengan sendirinya begitu dimasukkan kembali ke lemari. Idiot kuadrat.

Saya bukannya nggak suka menjahit kancing. Lain halnya dengan menyetrika ya, kalau itu saya benci banget. Menjahit kancing itu sebenarnya bukan pekerjaan sulit dan ga banyak makan waktu. Tapi sering tertunda alasan-alasan kecil macam nggak ada benang yang serasi, jarumnya tumpul, sampai  pencahayaan yang kurang karena mata saya ini rabun jauh. Akhirnya, setelah berbulan-bulan, saya punya sekitar setengah lusin baju yang kancingnya loncat satu. Masih mending kalau misalnya kemeja yang kancingnya lepas itu adalah kemeja warna putih polos satu-satunya dan besok mesti banget dipakai karena harus foto untuk ID Card baru. Akhirnya, kita terpaksa bongkar alat jahit untuk pasang kancing itu, kan. Tapi kalau ternyata kemeja itu akhirnya bolong karena tersundut rokok dan harus direlakan untuk berakhir di tempat sampah, kita nggak punya kesempatan lagi untuk memperbaiki si kancing itu.

Jeleknya lagi, sindroma kancing lepas ini seperti menular. Hari ini kancing lepas yang nggak sempat (baca: malas) dijahit, lalu besok nya buku yang nggak sempat dibaca, lalu lusanya file kerjaan yang selalu lupa dibuat back up, lalu minggu depannya atap bocor yang nggak kunjung diperbaiki, dan sebagainya, dan sebagainya. Lalu setelah puluhan tahun, hidup saya pun jadi seperti setumpuk kancing lepas yang tak kunjung dijahit. Tumpukan buku dan DVD yang terbengkalai, bermacam kursus yang tak kunjung diikuti, sejumlah ide untuk posting blog yang tak sempat ditulis, hingga berbagai impian yang tak juga terwujud hingga hampir terlupa. Lalu saya cuma bisa berharap kancing-kancing ini sempat saya jahit sebelum kemejanya keburu berakhir di tempat sampah.

Advertisement
This entry was published on July 3, 2011 at 11:11 pm. It’s filed under Lifeworld and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s